BRISYARIAH SIAPKAN 9 KG EMAS
REPUBLIKA – Kamis, 2 Feburari 2012
Jakarta – BRISyariah menargetkan kenaikan tabungan 86 persen atau menjadi Rp 2.8 Triliun pada 2012 dari tahun sebelumnya Rp 1.5 triliun. Untuk menaikkan tabungan itu. BRI Syariah menyiapkan hadiah hingga Sembilan kilogram emas untuk nasabah yang memiliki saldo minimal Rp 250 ribu.
Hadiah emas dalam program hujan emas terbukti menaikkan tabungan BRISyariah hingga 88 persen atau senilai Rp 700 miliar pada 2011. Pada tahun kedua program hujan emas tersebut. BRISyariah membagikan emas Sembilan kilogram kepada 1.000 nasabah dalam dua periode. Program hujan emas pada 2012 juga akan terbagi menjadi dua periode mulai 1 Februari – 31 Desember 2012.
Porsi dana murah, yakni tabungan dan giro BRISyariah, diakui Direktur Bisnis BRISyariah, Ari Purwandono, masih lebih rendah dari dana mahal atau deposito. Pada 2011, BRISyariah mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK) hingga Rp 9 triliun. Dari jumlah itu, tabungan dan giro senilai Rp 2.5 triliun. “Porsi tabungan dan giro masih 25 persen dari DPK, deposito masih mendominasi,” ujarnya. Rabu (1/2)
Pengumpulan DPK pada 2012 ditargetkan bias meningkat 66 persen atau menjadi Rp 15 triliun. Dengan program hujan emas, BRISyariah menargetkan bias menaikkan 400 – 600 ribu nasabah. “Target nasabah setiap bulan bias tambah 50 ribu,” tuturnya.
Selain DPK, BRISyariah menargetkan kenaikan pembiayaan menjadi Rp 14 triliun di 2012 dari sebelumnya Rp 9 triliun. Pembiayaan BRISyariah masih didominasi ke sector konsumer sebesar Rp 3.6 triliun. Pembiayaan senilai Rp 2.25 triliun tersalurkan ke sector komersial, Rp 1.2 triliun disalurkan melalui program linkage, dan Rp 850 miliar tersalukan ke usaha kecil menengah (UKM). Sedangkan pembiayaan mikro mendapat porsi senilai Rp 1.2 triliun.
Pembiayaan konsumer BRISyariah masih didominasi ke program pembiayaan kepemilikan rumah. Pada Desember 2011, BRISyariah telah menyalurkan Rp 1.2 triliun ke pembiayaan pemilikan rumah. “Pembiayaan konsumer kita alihkan ke konsumer setelah gadai emas kita suspend,: ujar Ari. Penyaluran pembiayaan ke sector mikro sendiri ditargetkan meningkat Rp 2 triliun pada 2012.
Sementara itu, tahun ini BRISyariah Cabang Bandung menargetkan pertumbuhan pembiayaan di sector usaha mikro hingga 129 persen dibandingkan akhir 2011 lalu. Yakni, di akhir 2012 menjadi Rp 142 miliar. Sedangkan per 31 Desember 2011, outstanding pembiayaan BRISyariah ke sector usaha mikro hanya mencapai Rp 62 miliar.
Pembiayaan itu bisa diserap oleh 480 debitur mikro. “Tahun ini kami menargetkan pelaku usaha mikro yang dibiayai bisa mencapai 1.000 pelaku usaha,” kata Pemimpin Kantor Cabang Induk Bandung Citarum BRISyariah, Rois Mohammad Iyon.


